• Minggu, 22 Mei 2022

Andi Surya Menilai Macet di Merak-Bakauheni Bukti Terabaikannya Rencana Jembatan Selat Sunda

- Rabu, 11 Mei 2022 | 10:09 WIB
Ilustrasi JSS. (Ilustrasi Internet)
Ilustrasi JSS. (Ilustrasi Internet)

Bandarlampungpost.com - Fenomena macet Merak-Bakauheni yang menyebabkan terganggunya arus mudik keluar masuk Jawa Sumatera saat lebaran Idul Fitri yang lalu dinilai menunjukkan ketidaksiapan Kementerian Perhubungan dan ASDP dalam mengantisipasi transportasi Jawa-Sumatera.

Argumen itu datang dari Andi Surya selaku Akademisi Universitas Mitra Indonesia (UMITRA).

Menurutnya, hal tersebut merupakan implikasi dari 'bottle neck' akibat sumbatan volume arus kendaraan yang menumpuk di Bakauheni dan Merak.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Sampaikan Permintaan Maaf dan Take Down Video Bersama Ragil Mahardika

Sementara kapal penyeberangan tidak mampu melayani meskipun pemerintah melalui ASDP membuka jalur penyeberangan baru di pelabuhan Panjang, Bandarlampung.

"Beberapa tahun lalu ketika saya masih di DPD RI, beberapa kali saya sudah sampaikan kepada Pemerintahan Jokowi melalui Kepala Bappenas Adrinov Chaniago, bahwa solusi Jembatan Selat Sunda akan sangat riskan jika dihentikan oleh Presiden Jokowi," sebut Andi Surya.

Ia menilai, berhentinya proyek JSS akan menyebabkan sumbatan luar biasa di penyeberangan ASDP Merak Bakauheni.

Baca Juga: Jelang HUT Apeksi, Sentral UMKM Taman Bung Karno Bakal Kembali Buka

Ditambah dengan dibangunnya Tol Sumatera sehingga volume kendaraan yang masuk ke Bakauheni kian bertambah signifikan.

Halaman:

Editor: Angga Yosef

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X