• Selasa, 5 Juli 2022

Usung Sejarah, Inovasi, dan Kolaborasi Walikota Wahdi Paparkan Program Jama Pai di Konferensi Kota Sehat 2022

- Selasa, 29 Maret 2022 | 12:20 WIB
Sejarah, Inovasi dan Kolaborasi,  Walikota Wahdi Paparkan Program Jama Pai di Konferensi Kota Sehat 2022
Sejarah, Inovasi dan Kolaborasi, Walikota Wahdi Paparkan Program Jama Pai di Konferensi Kota Sehat 2022

Sejarah, Inovasi dan Kolaborasi,

Walikota Wahdi Paparkan Program Jama Pai di Konferensi Kota Sehat 2022


Bandarlampungpost.com - Walikota Metro Wahdi Siradjudin menghadiri Konferensi Kota Sehat 2022 yang digelar pada 27-30 Maret di Patra Hotel and Convention Semarang. Konferensi yang dibuka secara daring oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin ini sendiri mengusung gagasan besar kota sehat agar dapat diwujudkan di seluruh daerah.

Pada Konferensi yang dihadiri perwakilan dari 43 provinsi dan 415 kabupaten/kota ini ini Wahdi juga menjadi narasumber untuk dua sessie diskusi yakni pada Dialog Kebijakan Urgensi Langkah Aksi Pemerintah Kota dalam Pemulihan Covid 19 Bagi Penyandang Disabilitas pada Senin 28 Maret 2022.
Wahdi juga menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Inovasi Penguatan Kemandirian dan Tata Kelola serta Best Practice RSUD bersama Walikota Bogor Bima Arya, Walikota Makasar Ramdhan Pomanto, Walikota Madiun Maidi, Ilham Haidir Direktur RSUD Bogor dan Direktur RSUD Semarang, Susi Herawati, Rabu 29 Maret 2022.


Di depan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia.Wahdi mempresentasikan program unggulan Kota Metro yakni program Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu (Jama Pai) sebagai wujud Sinergi, Kolaborasi, Integrasi Komprehensif dalam Inovasi Layanan RSUD. A. Yani Untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak .


Menurutnya visi kota Metro sebagai Kota Sehat sendiri telah berakar dari sejarah panjang berdirinya kota Metro pada era kolonisasi dan kini terus dikembangkan secara kolaboratif untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat lewat program Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu (Jama Pai).


“Secara kolaboratif program ini juga terus mendorong berbagai inovasi layanan kesehatan masyarakat lewat program Karate Kirim Antar Obat Tanpa Antre, program Bawa KTP Dilayani (BKD), serta peningatan dan literasi kesehatan masyarakat melalui penyediaan pojok-pojok baca di rumah sakit dan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komperhensif,lewat program home care,”jelasnya.


Selain itu Wahdi juga mengenalkan aplikasi MEWS-OBSTETRI(W) sebagai langkah adeteksi dini terhadap kegawatandaruratan bidang obstetri yang bertujuan untuk membantu menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan anak, yang merupakan bagian dari tujuh pilar Jama Pai


“Aplikasi ini adalah persembahan Kota Metro untuk dunia Kesehatan Indonesia, sehingga bebas untuk digunakan seluruh tenaga Kesehatan di Indonesia,”ungkapnya.

Halaman:

Editor: Beni Yulianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X