• Senin, 5 Desember 2022

WHO Singgung AS Jual Vaksin Mahal Sebabkan Gagalnya Atasi Covid-19 di Tahun 2021

- Jumat, 7 Januari 2022 | 11:19 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom mengingatkan negara maju bisa berbagi vaksin Covid-19 bukan malah memperbanyak vaksin booster. (Twitter/PeterASinger)
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom mengingatkan negara maju bisa berbagi vaksin Covid-19 bukan malah memperbanyak vaksin booster. (Twitter/PeterASinger)

Bandarlampungpost.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus blak-blakan buka suara mengenai vaksin mahal yang dijual Amerika Serikat (AS) untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Tedros pun mengecam negara-negara kaya yang menolak berbagi vaksin ke negara miskin

Hal tersebut menurut Tedros menjadi salah satupenyebab gagalnya dunia mengatasi pandemi Covid-19 tahun 2021.

Baca Juga: Lesti Kejora Menangis Baby L Kekurangan Baju, Hanya Dibedong

Ia melanjutkan, jika masih ada ketidakadilan soal vaksin, maka pandemi hingga varian Omicron akan terus ada di tahun 2022.

"Untuk mengakhiri tahap akut pandemi, alat yang sangat efektif yang diberikan ilmu pengetahuan kepada kita perlu dibagikan secara adil dan cepat dengan semua negara di dunia,” beber Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan, dikutip dari Sputnik News, Jumat, 7 Januari 2022.

"Ketidaksetaraan vaksin dan ketidakadilan kesehatan secara keseluruhan adalah kegagalan terbesar tahun lalu,” tambahnya.

Karenanya, Tedros mengajak semua negara di dunia harus mendukung inisiatif vaksin sebanyak 70 persen di tiap negara dengan target pertengahan tahun 2022.

Ia pun mengkritik negara-negara kaya yang hanya menyimpan stok obat untuk warganya sendiri dan membebankan harga mahal kepada pembeli negara-negara miskin

Halaman:

Editor: Yuverdi

Sumber: Sputnik News, Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X