• Minggu, 22 Mei 2022

Beda antara Maling Uang Rakyat dan Kasus Pencurian, Mantan Penyidik KPK Novel Baswedan Beri Penjelasan

- Selasa, 2 November 2021 | 00:03 WIB
Mantan Penyidik KPK, Novel Baswedan (Antara)
Mantan Penyidik KPK, Novel Baswedan (Antara)

 

 

Bandarlampungpost.com – Banyak contoh kasus pencurian dipidana berat. Berbeda dengan kasus maling uang rakyat yang kadang dihukum ringan.

Padahal dalam kasus maling uang rakyat, jumlah kerugian mencapati miliaran rupiah. Apa yang membedakan antara pidana pencurian dan pidana maling uang rakyat?

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengungkapkan, pidana maling uang rakyat memiliki banyak delik.

Novel Baswedan menuturkan, terdapat beberapa delik pidana maling uang rakyat, seperti delik suap dan delik kerugian keuangan negara.

Pernyataannya terkait delik pidana maling uang rakyat tersebut disampaikan usai mendapat pertanyaan dari netizen tentang ‘mengapa pencuri ayam hukumannya lebih lama daripada maling uang rakyat?’

Baca Juga: Densus 88 Mabes Polri Tangkap Terduga Teroris di Pesawaran Lampung

“Kita perlu paham dulu, pidana korupsi itu banyak deliknya. Ada terkait delik suap, ada delik terkait dengan kerugian keuangan negara,” ucapnya dikutip dari pikiranrakyat.com.

“Begitu juga dengan pidana umum. Contohnya, kalau tadi bicara pencurian ya, itu ada pencurian ringan, pencurian biasa, pencurian pemberatan, dan ada pencurian dengan kekerasan,” katanya menerangkan, seperti dikutip dari kanal YouTube Novel Baswedan pada 1 November 2021.

Halaman:

Editor: Beni Yulianto

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puluhan Ribu Batang Rokok Tanpa Cukai Diamankan

Senin, 10 Januari 2022 | 18:28 WIB
X