• Sabtu, 20 Agustus 2022

Keempat Terdakwa Peredaran Pupuk Ilegal Jalani Sidang

- Selasa, 14 Juni 2022 | 13:43 WIB
Keempat Terdakwa Peredaran Pupuk Ilegal Jalani Sidang (Keempat Terdakwa Peredaran Pupuk Ilegal Jalani Sidang)
Keempat Terdakwa Peredaran Pupuk Ilegal Jalani Sidang (Keempat Terdakwa Peredaran Pupuk Ilegal Jalani Sidang)

Bandarlampungpost.com - Sidang empat terdakwa peredaran pupuk Ilegal yakni Ketut Gatre warga Pringsewu selaku Komisaris Utama Perusahaan produksi pupuk PT Gahendra Abadi Jaya (GAJ), lalu Subhan warga Lampung Tengah selaku Komisaris GAJ, kemudian Tri Setiyo Dewantoro warga Pringsewu selaku Direktur GAJ, dan Hendri Ardiansyah sebagai Direktur PT GAJ digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin 13 Juni 2022.

Adapun agenda sidang adalah menghadirkan beberapa saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) diantaranya pegawai dari PT GAJ diantaranya Ahmad Zainuri dan Jumadi.

Ahmad Zainuri menyampaikan, bahwa dirinya hanya diperintahkan untuk membuat pupuk oleh salah satu terdakwa.

"Saya hanya buat pupuk padat, yang perintahkan Pak Ketut (Terdakwa)," kata Zainuri.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa tata cara pembuatan dan komposisi bahan pupuk yang digunakan juga menurutnya, semua berasal dari arahan terdakwa Ketut, selaku atasannya.

Saksi lainnya Jumadi yang berprofesi sebagai sales produk pupuk yang diproduksi juga menuturkan hal yang sama yaitu hanya mendapatkan perintah dari terdakwa Ketut.

"Sebagai sales produk pupuk yang diproduksi PT GAJ. Saya menawarkan pupuk-pupuk tersebut, ke sejumlah petani yang ada di Kabupaten Pringsewu. Terus, saya tawarkan juga Gapoktan, atas perintah Pak Ketut," ucapnya.

Kemudian, selain saksi dari para pegawai. Jaksa Penuntut Umum juga menghadirkan saksi dari Perwakilan Perizinan di Kementerian Pertanian yakni Kuswanto yang mengikuti sidang melalui zoom.

"Kalau izin perusahaan tersebut sedang dalam proses. Jika sudah terdaftar tentunya, akan muncul di sistem perizinan online di Kementan yang disebut dengan, online single submision (OSS). Kalau belum ada di OSS belum selesai, jadi itu intinya masih proses," ucapnya.

Sementara itu, Gunawan Raka selaku Kuasa Hukum keempat terdakwa menyebut kalau izin perusahaan sudah selesai dan sudah teregistrasi, hasil konfrontasi dokumen dari OSS.

Halaman:

Editor: Lazuardi Ahmad

Terkini

X